majulah nak,
meski hanya sejengkal
kejarlah terus kemana perginya bayanganmu
jangan berhenti diangka yang sama
jadikan pencarianmu wujud bukan jumud
bukan pula kau yang hanya bertekuk lutut
pada bayangmu sendiri di waktu malam
menangislah jika itu mampu menggubah letihmu
menjadi bara yang esok menyala
menarikan karya dihuni rasa
menjadi pijak adikmu esok lusa
ku temani kau melarik lagu
tentang rindu di rumah madu
mogakah manis kan melaris
dan pahit kan terbirit
kala fajar melamarmu.
Semarang, 29 Januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar