Selasa, 29 November 2011
“REPUBLIK GORO-GORO” NYA TEATER BETA
Selalu ada yang baru di pementasan teater beta Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Proses demi proses selalu terukir apik di setiap pementasannya. Pada kamis (17/03/11) di Aula MAN Kendal gemuruh tawa penonton yang tak kunjung berhenti selama 1 jam 45 Menit membuat warna sendiri di benak siswa dan para guru yang menonton pementasan tersebut. Pasalnya sebuah naskah bertajuk humor pendidikan yang bertemakan “Republik goro-goro” dengan judul U.B.A.N (Ujian Bareng Akhir Nasional), karya Sugiarto ini terkesan cair dan menggelitik dengan aktor Petruk (Sugiarto), Gareng (Azam), semar (Ridho), Bagong (Rony), Togok (Roby) dan Mbilung (Agung). Tentunya pementasan ini tak lepas dari sang kreator khas dengan lawakan kesehariannya yaitu sang sutradara Slamet Irfan yang sering disapa Namex.
Pementasan dibuka dengan pementasan dari teater STESA MAN Kendal yang mengangkat tema pendidikan dengan judul “Bayang Jingga” naskah/sutradara Aslam yang sekaligus menjadi pengelola teater STESA. Ini memberi kesan bahwa semangat berteater SMA pun tak mau kalah dengan teater di perguruan tinggi.
Menurut lurah beta M. Rosul Khamzah, “pementasan ini memang dikhususkan kepada para siswa untuk sekedar memberi warna tersendiri dengan hiburan pementasan teater di sela-sela kesibukan belajar mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional tahun 2011” katanya. Kemudian dengan semangat berkesenian teater beta memberanikan diri untuk membawa pementasan tersebut ke SMA-SMA di Semarang dan sekitarnya. Dan ini disambut baik oleh para jajaran guru dan siswa.
M. Munif selaku Pimpinan Produksi menambahkan “ Ini adalah Republik goro-goro nya pendidikan. Jadi selain pementasan ini bertujuan untuk memberikan kritik pendidikan kepada khalayak ramai melalui teater komedi “Satirisme komedi”, juga untuk memperkenalkan sekaligus memberi wacana tentang dunia panggung (teater) kepada para siswa SMA” tuturnya.
Selanjutnya pada (18/03/11) pementasan yang kedua akan di gelar di Auditorium kampus 1 IAIN Walisongo Semarang pada pukul 19.00 WIB. Pementasan kedua ini turut juga mngundang para Civitas akademika kampus IAIN juga semua teater kampus dan pegiat kesenian di Semarang dan sekitarnya. pementasan yang berlangsung di kampus IAIN sendiri itu kembali diserbu oleh ratusan penonton yang memang telah lama mendambakan dan menanti dengan harap pementasan tersebut. tak khayal selama kurang lebih satu setengah jam penonton dibuat perut sakit dengan celotehan-celotehan khas dari para aktor dalam penokohannya. sebut saja tokoh Bilung yang diperankan oleh Ade Agung ini, ketika ia memerankan tokoh jin dalam ceritanya ia begitu luwes dan alami memakai gestur tubuh yang menunjukkan kebodohan dalam permainan lawaknya. sehingga tokoh ini begitu membuat kesan sendiri di mata penonton malam itu.
Yang lebih menaarik lagi dari pementasan malam itu adalah diskusi sehabis pementasan. Para peserta diskusipun begitu asyik masyuk dalam hal membahas tema, wacana, dan konsep pementasan pada malam itu. Banyak pertanyaan dan saran yang menarik, salah satunya dari penikmat seni dari IKIP PGRI, IAIN dan dari UNDIP. Kalangan itu begitu serius membahas tema yang dibawakan serta memberi komentar " sebenarnya Republik Goro-Goro ini hanya memunculakan sempalan kecil dari wacana pendidikan, namun dari hal yang kecil ini memunculkan perbincangan baru di benak semua orang dan bahkan kita alami sendiri di kehidupan akademik" tutur salah satu mahasiswa IAIN Fakultas Tarbiyah malam itu. **RSSP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...
-
CINDY TACHIBANA, Dibalik kesuksesan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menduduki kursi Jateng satu beberapa waktu lalu, rupanya tak lepas dari...
-
oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,...
-
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, terutama dalam konteks pengajaran dan pembelajaran...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar