Jumat, 16 Desember 2011

Di Ujung Negeri

dering arloji
tepatnya beriring kepergian
tangistangis tetangga
menyisakan bulan sabit
di tiap ketukan pintu
negeri yang menunggu.

aku pernah bermalam di sana
berminggu-minggu lamanya
belajar angka nol
sampai menghitung suara derap kuda
lekat rasanya merupa.

setibanya di sungai seberang
ku rasa laut merah dipandang
seperti kisah lama
yang sering ku baca
ada peradaban tercecer di sana
juga kerinduan atas nama cinta
saat musa membawa bala
diterjang tentara ke negeri surga.

wanita cantik ku jumpai
temani malam menderu tawa
bertutur tentang keluarga
gembala sapi dan domba
sungguh tiada terkira
kurasa diriku lupa akan siapa
pemilik senyumnya
tapi ku hafal benar wangi tubuhnya
hitam rambut yang terurai
bagai bidadari mayapada
dan aku mencintainya.

Semarang, 23 Januari 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...