tahukah kau
surga yang dulu pernah di ceritakan
kini mulai mengendap pada sebongkah suratan
ia berikan namanya sendiri
tentang cinta dan takdir tuhan
malam itu aku mulai mencintainya
saat fajar menukar terik
dan lebam di sekujur tubuhku hampir tak terasa
saat itu ia coba tiupkan seruling rindu
dari pucuk mega yang hanya selintas
ia telah benarbenar tawarkan duka
dari sesimpul senyum yang memancar di dada
entah bagaimana sepenggal itu kujadikan cerita
namun hangat tubuhmu masih juga ku rasa
sedetail itu ibaku melerai naluriku sendiri
karena kelopak jelaga itu tak hanya memakna dua
namun ranum yang mengalun memapah pula
pun bantaran kali itu benarbenar nyata
walau hanya sekelumit tanda
dan dukaduka mengulum timang tanya
dan terus menanya
kali ini aku mencoba berjalan di atas bayanganku sendiri
setiap derap menjadi payung
saat hujan menghempas papas kita kali terakhir
Semarang, 15 juli 2010
surga yang dulu pernah di ceritakan
kini mulai mengendap pada sebongkah suratan
ia berikan namanya sendiri
tentang cinta dan takdir tuhan
malam itu aku mulai mencintainya
saat fajar menukar terik
dan lebam di sekujur tubuhku hampir tak terasa
saat itu ia coba tiupkan seruling rindu
dari pucuk mega yang hanya selintas
ia telah benarbenar tawarkan duka
dari sesimpul senyum yang memancar di dada
entah bagaimana sepenggal itu kujadikan cerita
namun hangat tubuhmu masih juga ku rasa
sedetail itu ibaku melerai naluriku sendiri
karena kelopak jelaga itu tak hanya memakna dua
namun ranum yang mengalun memapah pula
pun bantaran kali itu benarbenar nyata
walau hanya sekelumit tanda
dan dukaduka mengulum timang tanya
dan terus menanya
kali ini aku mencoba berjalan di atas bayanganku sendiri
setiap derap menjadi payung
saat hujan menghempas papas kita kali terakhir
Semarang, 15 juli 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar