Minggu, 04 Desember 2011

Matahari Lalu



matahari telah gagap
sinarnya redup sejenak
saat angin membawa debudebu
dan air beterbangan ke hulu
matahari telah lupa menyapa
binatang kecil yang hijrah
ke dasar samudra
rumputrumput tumbuh subur
tapi esok mati
di gusur sosok baru
yang lahir belakangan.

Merumahlah matahari
dengan sayapmu menjulang
betapapun kekuasaan
pastilah hilir secuil kerakusan.
meramahlah matahari
bersama bintang saat malam
seberapapun rapuh
ada yang memelukmu
di setiap petang.

jalan usang berlumpur
hancur menuai peradaban baru
yang lalu ditinggal
esok membangun kuasa baru
karena yang lama adalah masa lalu
diburu pun jika perlu
tapi jangan dilupakan
karena ia bagian darahmu
dulu berjuang mencari makan
walau kadang tergelincir rerumputan.

Semarang, 05.02.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...