Jumat, 02 Desember 2011

Angin Untukmu



cintailah angin ini sayang
meski berhembus tak tentu arah
barangkali ia hadir menyusuri hatimu
yang sedang galau
selepas hujan dalam terik tadi pagi.

restuilah tembang alam sayang
mungkin saja ia sumbangkan kenangan
menghibur lara hatimu
kala kemarin kau menangisi
abjadabjad cinta
dan melarik bungabunga musim gugur
di pundakku.

sesaplah madu rindu ini sayang
ku tetes bersama alunan angin
lewati satusatu seruling rinduku.
ijinkan aku memanahmu
dalam deru yang kian syahdu
walau kadang rinduku biru
tak tentu mana arah yang dituju
tapi aku mencintaimu.

wangi benar angin siang ini
seperti kisahmu di pesan masukku
walau kadang parau
aku tak pernah mengigau
karena lawatan cintaku
adalah butiran mega 
merupa bersama langit
di hujan sore nanti.

nanti dulu sayang,
jangan dulu kau dermakan wangimu
karena angin masih menikmatimu.
ada yang masih inginnya pandangi
mungkin kemarin telah luput
atau juga lupa dipungut
dalam sesaat yang mengikat
perjamuan kita 
semogakah abadi.

Semarang, 19.02.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...