kau bidadari malamku
sejenak singgah di nanar mataku
lewati tembang siul senyum mengalun
tertegun rasuk melamar binar langit hari ini
kini telah menjadi ayatayat keindahan
dalam lekuk alismu memoles rintik
bidadari diambang cinta mengiya
ku papah lewati deru nafas kala berpapas
dan aku mengagumimu
bukan sekedar tanya seutas lalu
lalu menjadi batubatu di ujung temu
tertegun rasuk melamar binar langit hari ini
kini telah menjadi ayatayat keindahan
dalam lekuk alismu memoles rintik
bidadari diambang cinta mengiya
ku papah lewati deru nafas kala berpapas
dan aku mengagumimu
bukan sekedar tanya seutas lalu
lalu menjadi batubatu di ujung temu
kau bidadari malamku
terbelalak angin ribuan musim
disana ku sempat terpaku
memamah retinamu dan gelitik candu
agar aku mencintaimu.
terbelalak angin ribuan musim
disana ku sempat terpaku
memamah retinamu dan gelitik candu
agar aku mencintaimu.
Semarang, 22 Januari 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar