Sabtu, 28 Januari 2012

Bingkisan yang Terlupa


pada kancah yang dahulu kau ceritakan padaku,
tentang petang meramu rindu
nampak jelas nanar mata mega berbinar, menjaga langitnya sendiri
lalu pada celah langit, mengapit tujuh alam yang belum sempat dihuni
aku mampu menatapnya dari pucuk sumbing
walau terasa sumbang imanku mengait langit
aih...setidaknya bukan hanya ikrar mengkristal semacam ini
namun ikhtiar sedari ku pijakkan jari kakiku di semak belukar

manusia akan kembali ketanahnya sendiri
baik dan jahat, lahat akan tetap terpahat
dan kenapa tangan tak meski terikat rapat, bersanding para malaikat yang melafaldz ayatayat

lalu kenapa masih dicari setitik mukswa
kalau rajaraja api tertulis pasti
juga sorot mata indah bidadari surga
merebah pada dada penuh bara

mari kita melakoni diri
sembari harap, esok angin masih merelakan di hirup
juga harap tak mematri janjinya
semoga,


Semarang, 11 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...