Selasa, 03 Januari 2012

Kaukah Itu


kaukah itu
terpancar dengan nanar di wajahmu
menyisir bolabola waktu yang ku panjat
sedari hari yang memakna dua
hingga jingga nampak berkilauan di ujung senja
matamu menukilkan kail di kedua retinaku
dan melarung jasad sampai tak kuasa ku tatap

kaukah itu
jelma jalma dalam semangkuk bubur
lembut menyentuhku dalam pinangan
saat kita bercerita tentang megamega
lalu kau julurkan tanganmu disana
serasa kau payungi aku dalam sebuah bejana
yang mirip sekali pernikahan surga
saat itu pula aku tak kuasa kepakkan sayap
karena separuh iga ku serasa kau derma dalam dirimu

kaukah itu
kelebat mahkota yang syarat makna tersirat
karena kau berada di pucuk timang mayapada
dan aku harus menyeru dewadewa
dalam cakap imaji sekelumit mantra
diam mu membawaku pada tepian bintang yang telah lama temaram
walau kupaksa sua, namun hatimu masih terpejam

kaukah itu
ku coba baca detik waktu dalam sebuah cawan
dan ku harap iba mu menuntun ku pada khalaqah bidadari
serta ku pilih engkau menjadi sesosok dewi
ku jadikan rahim mu, sesuci maryam melahir isa
dan ku kudus kan cintamu kepada semua jemaat
agar diammu mampu mereka ta'wil
agar pula ta'wil itu di jadikan kail
yang mereka pegang disetiap petang
saat senja memanah sepasang ikan

Semarang.09.07.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...