Minggu, 27 Oktober 2013

30 Warga Baru Teater Beta Dibekali Keaktoran



NGALIYAN- Suasana berbeda terjadi di workshop warga baru Kelompok Pekerja Teater Beta Semarang. Ketika puluhan anak tampil unik dengan berbagai pose yang menyerupai benda-benda alam sekitar.

Rupanya teknik-teknik materi keaktoran sedang diajarkan oleh salah satu pemateri workshop Ahmad Maghfur Anh salah satu seniman asal Kabupaten Batang. Peserta pun diajak melihat kondisi lingkungan, seperti batu, pohon, gedung bahkan burung-burung yang beterbangan saat sesekali dihempas angin.

Dengan memadukan teknik meditasi serta olah rasa aktor, pesertapun secara alamiah 'asyik-masyuk' dalam berbagai aktifitas alam menyerupai benda sebenarnya. Seperti pose tangan yang melambai-lambai ketika melihat objek pohon yang diseront angin, pose tengkurap dengan mata meneteskan air mata seperti batu yang diterpa hujan dan sebagainya.

Di sela materi, Aan panggilan akrab seniman asal Batang ini menuturkan, dalam teknik olah rasa, sang aktor harus menyadari dirinya secara mendalam. Sehingga ia dapat merespon apapun yang terjadi di alam sekitar.

"Karena syarat aktor tetaer harus mempunyai daya sensitifitas. Selain itu dia harus punya kemapuan mencipta atau daya imajinasi sehingga terlatih untuk merespon apa yang ada di sekitarnya, " kata dia, kemarin.

Selain keaktoran perserta pun dibekali berbagai materi lain, seperti; Keteateran, Penyutradaraan, Penulisan Naskah, Tata Cahaya, Tata Setting, Tata Rias, Manajemen Panggung, Design Grafis Baliho, Ilustrasi Musik serta Kesusastraan.

Workshop Keteateran sendiri diselenggarakan selama satu minggu penuh tersebut bertempat di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo dan Komplek Pariwisata Gedong Songo sejak tanggal 27 Oktober sampai 2 November 2013.

Uniknya, dengan konsep 'Kampoeng Seni' ini lokasi bakal disetting berupa miniatur pedesaan, atau perkampungan. Bagi peserta dan panitia akan berada di lokasi dengan dibatasi daerah atau "zona acting" di lokasi WorkShop. Maka bagi siapa saja jika berada di dalam daerah "zona acting" baik peserta, panitia, narasumber maupun tamu, akan mendapat peran atau casting penokohan serta nama baru.

"Hal itu untuk mengasah kemampuan keaktoran bagi warga baru teater beta, " pungkas Aan. [Dwi Royanto Teater Beta]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...