Sabtu, 09 Agustus 2014

Lahan Tol Macet, Pemerintah Gelontor Rp 1,6 Triliyun



Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tandjung memastikan pembangunan sejumlah ruas jalan tol di Jawa Tengah telah bisa dipercepat. Hal itu setelah pemerintah memastikan pencairan dana Rp 1, 6 triliyun untuk pembebasan lahan yang selama ini terhambat biaya.

Saat pertemuan khusus lintas kementerian di Jawa Tengah, Rabu 6 Agustus 2014, CT memastikan dengan pencairan dana oleh Kemnkeu tersebut dapat menjadi solusi kendala pembebasan lahan berbagai ruas tol yang dibangun di Jawa Tengah.

"Memang kendala utama tol di Jateng adalah biaya pembebasan lahan. Maka adanya dana ini proses percepatan jalan tol di Jateng bisa cepat dilaksanakan, "terang dia didampingi Wakil Menteri ESDM, Wakil Menteri PU dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dikatakannya, sesuai dengan koordinasi antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, dana land caping pembebasan lahan tol senilai Rp 1,6 triliyun saat ini telah ditangan oleh Dirjen Bina Marga untuk bisa dicairkan.

"Kita minta kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) minta koordinasi dengan investor dan pemda khususnya untuk percepatan. Tim pembebasan tanah dipimpin pak Gub, " beber dia.

Ia meminta agar percepatan pembebasan lahan bisa segera selesai untuk kemudian langsung dibangun teknis pengerjaannya. "Maka investor agar cepat membayarkan dan diganti oleh dana yang disipakan pemerintah pusat, " imbuh dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, sejumlah ruas tol yang akan dibiayai oleh pemerintah pusat antara lain, tol Pejagan- Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan ruas Semarang-Solo.

Khusus untuk pembebasan lahan tol Semarang-Batang-Pemalang, kata dia, memang masih tertinggal dibandingkan dengan Semarang Solo. Di mana tanah di Batang merupakan tanah pemprov, Kodam IV Diponegoro, dan Perhutani.

"Kemarin temen-temen bupati sudah rapat dan menyampaikan progresnya, maka kita akselerasi mudah-mudahan bisa cepat, " kata dia.

Khusus untuk ruas tol Semarang-Solo yang menyisakan ruas Bawen-Solo. Saat ini progresnya baru mencapai 5 persen.
Kabupaten Semarang sebanyak 2915 bidang (baru proses negosiasi), Salatiga sebanyak 247 bidang (progres sudah 71 persen ), Boyolali 2093 bidang, (progres baru 9 persen).

"Kalau satu tahun bisa berjalan, dengan dana pemerintah ini, maka
Bawen-Solo bisa rampung. Apalagi proses pembebasan lahannya akan dilakukan bareng, " pungkas Ganjar.

Laporan, Ryan Dwi (Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...