Sabtu, 09 Agustus 2014
Massa Pendukung Prabowo Bakar Kota Suara di Kantor KPU Jateng
Bertepatan dengan sidang perdana gugatan Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 6 Agustus 2014, ratusan massa di Semarang menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah. Mereka membakar sejumlah dokument dan kotak suara Pilpres 2014 yang dinilai curang.
Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Sejak Rabu pagi pukul 09.00 WIB massa melakukan long march di sepanjang Jalan Pahlawan menuju kantor KPU Jateng. Beberapa titik jalan protokol di pusat Kota Semarang bahkan sempat lumpuh dan dijaga ketat aparat kepolisian.
Tak hanya berorasi, massa juga melakukan aksi teaterikal sebagai bentuk penolakan terhadap hasil Pemilu 2014. Mereka mendukung langkah MK dalam menyelesaikan sengketa Pilpres sampai penetapan 21 Agustus 2014 mendatang.
Sebanyak enam orang peserta aksi memakai atribut berdandan sosok Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa terlihat membawa kota suara dan sejumlah dokument C1 bermasalah ke MK. Sosok Prabowo-Hatta yang diikuti kalangan buruh dan rakyat kecil terlihat marah-marah karena KPU dinilai curang dalam melakukan proses Pemilu.
Dengan brutal sosok Prabowo dan Hatta membakar sejumlah dokument dan kotak suara tersebut sambil diiringi nyanyian oleh ratusan peserta aksi.
Koordinator lapangan Geram, Johan Untung mengatakan kubu Prabowo-Hatta yang menempuh langkah menggugat hasil pilpres ke MK harus dihormati dengan cara yang elegan.
"Mendukung sepenuhnya langkah tim Prabowo-Hatta menggugat ke MK, mengadukan KPU ke Bawaslu, DKPP, dan Mabes Polri adanya wacana pembentukan pansus Pilpres karena Pilpres 2014 benar-benar brutal," tandas dia.
Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro berharap proses yang sedang berlangsung di MK saat ini tidak ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga proses demokrasi bisa berjalan dengan baik.
"Kita bergerak dan berjuang sampai 21 Agustus agar MK memberikan hasil yang seadil-adilnya tanpa intervensi," tandas Sriyanto.
Komisioner KPU Jateng, Wahyu Setiyawan saat menemui perwakilan demonstran mengaku mengapresiasi gerakan moral di Jateng. Pihaknya berjanji akan menyampaikan aksi moral itu ke MK melalui KPU RI.
Sejauh ini, kata dia, hasil Pemilu di Jateng yang digugat tim Prabowo-Hatta ada lima daerah. Yakni Kabupaten Jepara, Purbalingga, Kota Semarang, Kab Semarang dan Kab Demak.
"Kami juga tandaskan bahwa di KPU se-Jateng tidak ada pembukaan kotak suara. Karena kita menghormasi demokratisasi rakyat Indonesia " pungkas dia.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
CAPTION- Ratusan massa Prabowo-Hatta melakukan aksi bakar kotak suara di depan kantor KPU Jateng. (Ryan Dwi/Semarang)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...
-
CINDY TACHIBANA, Dibalik kesuksesan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menduduki kursi Jateng satu beberapa waktu lalu, rupanya tak lepas dari...
-
oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,...
-
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, terutama dalam konteks pengajaran dan pembelajaran...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar