Sabtu, 09 Agustus 2014

Pembatasan Solar Tak Berlaku Untuk Nelayan Kecil



Pembatasan solar bersubsidi oleh pemerintah pusat tak berlaku bagi nelayan kecil di daerah. Pasalnya, pengurangan kuota solar hanya untuk nelayan yang memiliki kapal di atas 30 grosston (GT).

"Solar nelayan dikurangi 20 persen untuk nelayan adalah bagi pemilik kapal di atas 30 GT. Di bawah itu tetap sama, " ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono di Semarang, Kamis 7 Agustus 2014.

Kendati demikian, pemberlakuan pembatasan operasional pembelian solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Jawa Tengah tetap berlaku. Hanya saja jatah solarnya yang tak dikurangi.

Pembatasan yakni solar bersubsidi yang dibeli pada pukul 18.00-08.00 harga menjadi Rp 12.900/liter atau terkena pembatasan jam penjualan soal bersubsidi yang seharga Rp 5500/liter.

"Itu tidak masuk permen ESDM. Karena yang di atas 30 GT memang dialihkan membeli non subsidi, " kata dia.

Teguh mengatakan, untuk pengaturan non subsidi bagi nelayan di atas 30 GT bisa diberlakukan dengan melihat dari besar kapal yang dupakai oleh para nelayan.

Ada puluhan jumlah SPBN di Jateng, khusus di wilayah pantura, ada beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus karena jumlah nelayan yang memakai kapal besar lebih banyak. Salah satunya Tegal.

"Di Tegal kita tambah hingga 30 kiloliter. Di sana banyak kapal yang besar dan kita prioritaskan penyalurannya untuk diperketat, " tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayang untuk tidak khawatir akan operasional pembelian soalr bersubsidi tersebut. Pasalnya, permasalahan yang terjadi hanya pada sosialisasi, sehingga memuncullkan polemik.

"Yang terpenting tidak ada penimbunan. Tapi kalau penumpukan kan biasa, " imbuh dia.

Hingga Juli 2014, jumlah Kuota solar di Jateng kotaknya masih 1,1 Juta kiloloter. Jumlah itu masih mampu memenuhi kebutuhan solar di Jawa Tengah sampai Desember mendatang.

"Kita punya ancang-ancang kebutihan 5,6 juta kiloliter di tahun 2014. Mudah-mudahan terpenuhi dan jangan samapai over, syukur bisa menghemat, " pungkasnya.

Laporan, Ryan Dwi (Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...