Sabtu, 09 Agustus 2014

Banjir Pelanggan, PLN Bangun Pengganti PLTU Batang



Banyak industri besar di wilayah Jawa Tengah telah mendaftarkan pemasangan listrik di Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, PLN belum melakukan penyambungan listrik karena keterbatasan energi di wilayah tersebut.

General Manager PT PLN Distribusi Jateng-DIY Djoko R Abumanan, Kamis 7 Agustus 2014 menyampaikan, hingga detik ini perusahaan di Jateng-DIY yang telah mendaftarkan penyambungan listrik di wilayahnya sebanyak 212 perusahaan.
Dari jumlah itu, 20 perusahaan merupakan perusahaan yang membutuhkan tegangan tinggi.

"Kebanyakan industri yakni baru 212 udah mulai daftar ke kita. DIY sedikit dan Jateng yang paling banyak, " kata dia.

Banyaknya permintaan, PLN masih belum melakukan penyambungan karena alasan terbatasnya energi. Bahkan, PLN pun tidak membatasi adanya permintaan masyarakat yang mendaftar. "Masalah pasang dan tidak tergantung PLTU batang yang akan mensuplai. Kita lihat Batang, gak bisa kita suplai sekarang, " ujarnya.

Mengantisipasi hal itu, pihaknya mengaku
telah membicarakan hal tersebut kepada PLN pusat bersama dengan Menteri Perekonomian, Chairul Tandjung. "Karena alasan itu, pak CT minta PLTU Batang diambil apa di tolak, kalau ditolak kita sambung yang lain, " ujarnya.

Bangun PLTU Baru

Menteri Perekonomian, Chairul Tandjung memutuskan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru pengganti PLTU Batang yang terus molor. Inisiasi tersebut diputuskan mengingat berbagai polemik yang terus muncul akibat penolakan warga.

"PLTU Batang menggunakan UU nomor 2 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Namun karena waktunya lama yakni satu tahun, maka PLN menyampaikan alternatif PLTU di tempat baru untuk kapasitas yang sama, " ungkap dia.

Namun, PLTU Batang yang rencananya mengahsilkan listrik berkapasitas 2X1000 megawatt tersebut masih bisa dilanjutkan, dengan syarat harus menyusun undang-undang baru tentang pembebasan lahan.

"Tapi karena terlalu lama maka PLTU akan dipindahkan dari Batang ke PLTU yang baru. Jika UU bisa diselesaikan, maka Batang tetap bisa dibangun, " beber dia.

Dikatakan, PLTU baru telah disiapkan oleh PLN dengan investor baru yang nantinya akan membiayai. Namun di mana letak pembangunan hingga kini masih dirahasiakan. "Masalah tempatnya nanti, kalau dikasih tahu sekarang, akan ada makelar-makelar berdatangan, " timpalnya.

Ia memastikan, pada tahun ini juga pembangunan PLTU pengganti sudah bisa dilakukan groundbreaking. "Jadi akan ada dua, di Batang dan tempat baru. Kala dua-dua nya bisa maka 2X1000 di kali dua megawatt akan akan kita punyai, " kata dia.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menambahkan, keputusan pembangunan PLTU pengganti di Batang oleh pusat dinilai akan menguntungkan Jawa Tengah. Pasalnya, jika nantinya kedua dibangun, wilayahnya akan mendapatkan dobel energi secara bersamaan.

Meski begitu, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai investor utama PLTU Batang masih diberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga batas finansial closing hingga Oktober 2014 mendatang habis.

"Kita kasih pekerjaan rumah mereka untuk menyelesaikan, kalau dia bisa teruskan. Kalau nggak sanggup ya sudah, " tandasnya.

Laporan, Ryan Dwi (Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...