Sabtu, 09 Agustus 2014

Ratusan Massa Bertopeng Datangi Kantor KPU Jateng



Ratusan massa mengenakan topeng mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Jumat sore 8 Agustus 2014. Mereka sempat bersitegang dengan aparat kepolisan karena hendak memaksa masuk di kantor KPU.

Massa kembali menutut agar Mahkamah Konstitusi (MK) bisa bertindak adil dalam menyelesaikan sengketa Pilpres 2014.

Massa yang datang dari berbagai elemen, sejak awal berkumpul di Kantor Dewan Perwakilan daerah (DPD) Golkar dan berjalan menuju Kantor KPU. Sekira pukul 15.00 WIB massa yang membawa sejumlah atribut sempat aksi saling dorong dengan kepolisian yang menghalangi demonstran masuk di dalam gedung.

Namun aksi saling dorong tak berlangsung lama, karena ratusan pihak kepolisian berhasil mengawal jumlah massa yang memaksa masuk. Bahkan, setelah dilakukan negosiasi, para demonstran kemudian bisa berorasi masuk di gedung KPU.

Koordinator aksi, Asharudin mengatakan saat ini massa belum bisa menerima hasil Pilpres 2014. Oleh karenanya aksi tersebut untuk mengawal persidangan MK agar hasilnya nanti adil dan bersih. Tanpa adanya campur tangan dari asing.

"'Kita terus mengawal MK agar independent tanpa intervensi dari pihak manapun, " tandas dia di sela aksi.

Kata dia, kecurangan Pilpres 2014, sudah nyata-nyata terlihat di beberapa daerah. Materi tersebut saat ini telah disampaikan dalam bukti gugatan di MK. "Kita sepakat pada setiap persidangan MK kita akan mendatangi kantor KPU untuk mengawal proses MK, " tandasnya.

Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo yang langsung menemui pengunjuk rasa mengatakan, bahwa tahapan Pilpres belum selesai, karena MK masih terus menyidangkan gugatan dari pihak Prabowo-Hatta.

Pihaknya mengaku mengapresiasi para elemen masyarakat yang turut mengawal proses demokrasi dalam regulasi Pilpres 2014.

"Kita tunggu agar MK bisa memutuskan yang terbaik dalam menyelesaikan sengketa Pilpres 2014 untuk bangsa di Indonesia, " kata dia.

Sekitar pukul 16.30 massa kemudian menyatakan sikap untuk melakukan aksi serupa di persidangan MK hingga tanggal 21 Agustus mendatang. Kemdian membubarkan diri dengan kawalan pihak polisi.

Akibat aksi tersebut, Jalan Veteran Semarang bahkan ditutup total dan pengguna jalan harus dialihkan dan memutar lewat jalan Menteri Supeno atau Jalan Pandanaran, Semarang.

Laporan, Ryan Dwi (Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...