Sabtu, 09 Agustus 2014

Waspada Bait ISIS, Polisi Perketat Lapas Kedungpane



Sejumlah polisi berseragam lengkap memperketat penjagaan di lapas
Kedungpane, Semarang. Penjagaan ketat tersebut lantaran datangnya 36 tamu dari Solo yang hendak menjenguk para narapidana terorisme di lapas kelas IA tersebut.

Terlebih berkembangnya sejumlah informasi mengenai adanya deklarasi dukungan dan sumpah setia terhadap kekhalifahan ISIS yang terjadi di lapas Nusakambangan, Cilacap. Di mana sudah ada 23 orang narapidana terorisme di Lapas Nusakambangan yang telah dibaiat menjadi anggota ISIS.

Sebanyak dua pleton petugas. Terdiri atas satu pleton petugas Mapolrestabes Semarang, dan satu pleton lagi dari Mapolsek Ngaliyan pun ikut diterjunkan dalam acara kunjungan tersebut. Suasana lapas menjadi sedikit panik akan kedatangan puluhan tamu. Mereka khawatir lantaran para napi terorisme akan turut dibaiat mendukung pro IS (Islamic State).

"Kami minta polisi sebagai bentuk pencegahan. Kami minta bantu dari Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan untuk menjaga pengamanan,"
ungkap Kepala Pengamanan Lapas Kedungpane, Maliki, Selasa 5 Agustus 2014.

Kata Maliki, ada sebanyak 19 narapidana terorisme yang dibina di lapas terbesar di Kota Semarang itu. Mereka ditahan setelah terbukti melakukan tindak terorisme di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, penjagaan ketat tersebut sebagai langkah antisipasi agar warga binaannya tidak terjangkit gerakan ISIS yang masih ramai dibicarakan publik di tanah air.

"Ini sebagai tahap antisipasi agar potensi baiat ISIS tidak terjadi. Kita coba antisipasi, sebelum hal buruk terjadi," imbuh Maliki.

Seorang pengunjung Lapas Kedungpane, Iwan kepada VIVAnews mengaku sangat kaget akan penjagaan ketat aparat kepolisian pada hari tersebut. Ia bahkan tidak mengetahui alasan kenapa di dalam lapas dijaga ketat tidak seperti hari-hari biasa.

"Di dalam banyak polisi. Saya belum tahu pasti, tapi saya dengar ada tamu dari Solo yang akan mengunjungi napi terorisme," ujarnya singkat sembari meninggalkan lapas.

Laporan, Ryan Dwi (Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...