MERRY HERLINA SARAGIH, Perempuan asli Semarang yang akrab dipanggil Herlina ini rupanya punya cara sendiri dalam melakoni berbagai aktivitas politik di Jawa Tengah.
Namanya kian santer seiring keberanian dan actionnya sebagai anggota DPRD.
Ia bahkan menorehkan namanya karena saat ini masih menjadi Ketua Fraksi Hanura di lingkungan DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Keberanian anggota Komisi B ini dalam memilih aktivitas politik rupanya telah tertanam semenjak masih kuliah di UNIKA Soegiyopranoto Semarang. Bahkan ketika ditemui di kantornya, dengan semangat yang luar biasa ia menceritakan beberapa kisah menarik seputar dunia politik yang ia terjuni semenjak tahun 2009 hingga sekarang.
Perempuan kelahiran Semarang, 9 Desember 1978 ini rupanya punya hoby menarik untuk mengisi kepenatan kerja yang ia jalani. Traveling ke daerah-daerah baru bersama keluarga membuatnya banyak menemukan inovasi dalam karir yang masih ia jalani. Bahkan 35 kabupaten kota di Jateng pernah ia sambangi untuk sekedar menemukan berbagai ide segar, pun suasana baru yang membangkitkan etos kerja.
Selain itu, hoby nya membaca buku dan koran ia anggap sebagai wahana dalam mengembangkan intelektualnya di berbagai bidang kehidupan. Yang lebih menarik, politikus Hanura ini ternyata pernah dibesarkan selama 10 tahun di Nusa Tenggara Timur. Berkat sang ayah, Herman Saragih yang selalu mengajari tentang bagaimana arti membaca, ternyata menjadikannya sosok perempuan yang akrab wacana.
"Selama 10 tahun di NTT dulu banyak suka dukanya. Bahkan kalau ingin baca koran aja pasti telat karena daerahnya yang memang jauh. Tetapi dari situ saya banyak belajar tentang kegigihan, " kenangnya saat bercerita tentang suka duka di NTT semenjak 1985-1995. [roy]
Sabtu, 20 Juli 2013
MENJADI PEMBERANI
UMI SANGADAH, pendek saja namanya. Bagi aktivis Nahdhatul Ulama (NU) di Jawa Tengah, siapa yang tidak mengenal perempuan berkelahiran Kebumen, 13 Juli 1988 ini. Di usianya yang masih tergolong sangat muda, namun namanya telah dikenal dengan menjadi Ketua PW IPPNU Jawa Tengah Periode 2013-2018.
Perempuan lulusan S1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Kebumen ini rupanya telah sejak kecil menekuni seputar keorganisasian. Tak heran, ia yang juga pernah 'Ngangsu Kaweruh' di Ponpes Asy-Syarifah Mranggen Demak dan menempuh pendidikan formalnya. Di МΑ Futuhiyyah 2 Mranggen ini begitu mencintai seputar dunai keorganisasian.
Sejak 2008 lalu perempuan yang sampai sekarang masih memiliki status lajang ini pernah mencatatkan namanya sebagai sekretaris BEM STAINU Kebumen, Pengurus PC PMII Kebumen, 2009 dengan menjadi Pengurus PW IPPNU Jateng dan terakhir menjadi Ketua PW IPPNU Jateng yang baru dilantik beberapa waktu lalu.
Perempuan cantik yang tinggal di Jl Cemara 01 Karangsari, Kebumen ini pun bahkan terkenal 'berani' dengan menorehkan berbagai paradigma seputar keilmuan yang terus bergulir seiring perkembangan zaman. Baginya, perempuan tak harus 'lemah' dan menjadi 'konco wingking' yang hanya mengikuti apa kata lelaki. Namun dengan prestasi perempuan akan mampu membuktikan diri bahwa ia layak menjadi seorang pemimpin yang sanggup mengisi berbagai disiplin ilmu di berbagai bidang kehidupan.
Ketika dilantik menjadi Ketua PW IPPNU Jateng ia sempat mengatakan pentingnya peran kaum perempuan terpelajar dalam membangun bangsa dan mempertahankan NKRI.
"Di tengah berbagai kasus korupsi, degradasi moral dan miskinnya keteladanan, hendaknya pelajar NU Jateng mampu mendinamisasi keadaan dengan intelektual, spiritual dan moral sebagai upaya mempersiapkan pemimpin masa depan, " tegas perempuan asli Kebumen ini. [roy]
Jumat, 12 Juli 2013
Tak Hanya Popularitas
ALI TAUFIQ ISMAIL, Teaterawan kelahiran Grobogan, 8 Desember 1983 ini cukup layak untuk tercatat dalam perjalanannya di dunia teater Semarang. Meski banyak orang tak mengenal secara personal pribadinya, namun bagi Ali, panggilan akrabnya, popularitas bukanlah hal purna dalam dinamika berkesenian.
Sekitar 14 tahun di dunia kesenian, pria yang tinggal di Purwoyoso, Ngaliyan ini pun membuktikan eksistensinya di dunia kesenian khususnya teater. Bahkan tak heran namanya sempat tercatat sebagai Sutradara terbaik dalam Festival Teater Remaja se Jateng pada tahun 2008 lalu.
Meski telah banyak melakoni berbagai aktivistas kesenian, namun tak mudah rupanya Barometer untuk mendapatkan informasi seputar berbagai cerita pengalamnnya menekuni dunia kesenian yang lekat dengan pria yang juga pernah 'ngangsu kaweruh' di SMA Futuhiyah Mranggen Demak ini. Bermodal segelas kopi hitam dan sebungkus rokok 'sukun putih' kegemarannya, Barometer baru bisa mendapatkan cerita panjang tentang sejarah hidup teaterawan yang masih berstatus lajang ini.
Tak terasa beberapa karya telah ia torehkan di belantika teater Semarang. Bersama teater Beta Semarang, namanya kerap menjadi icon, pelaku dan kritikius panggung yang sarat perkembangan berfikir seputar dunia teater yang sekarang masih menjadi trend anak muda di Semarang. Naskah yang pernah digarap pria yang juga punya hoby karaoke dan bulu tangkis ini antara lain, Pasar Kobar (2005), Godlob (2006), Gus Dja'far (2007), Pakaian dan Kepalsuan 1 (2008), Pakaian dan Kepalsuan 2 (2009) dan Cangkir sang Pemahat (2013).
Karya terbarunya berjudul 'Cangkir Sang Pemahat' adalah proses penggarapan yang diakuinya tak mudah untuk ditaklukkan. Pasalnya, selain sebagai penulis naskah ia pun sekaligus menjadi penggarap naskah berdurasi panjang tersebut. Karena baginya seni harus dibekali dari tiga elemen penting, seperti intelektual, emosional dan mentalitas. Tiga hal tersebut harus benari-benar diaksentuasikan di beberapa ranah panggung bagi seluruh aktor.
Rencananya proses 'Cangkir Sang Pemahat' akan dibawanya dalam tour pentas teater beberapa kota di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Purworejo, Jogjakarta, Kabupaten Blora, dan Semarang. Uniknya, panggung yang akan dihadirkan, akan membawa kultur kesenian panggung yang disesuaikan dengan kultur budaya setempat. Tak ketinggalan, kritik sosial yang dimunculkan akan dibangun sesuai dengan berbagai permasalahan kekinian yang lebih menggelitik seputar pertunjukan di masyarakat. [roy]
*Dimuat Di Rubrik "wong Kene" Harian Barometer Semarang, Edisi sabtu (13/7).
Sekitar 14 tahun di dunia kesenian, pria yang tinggal di Purwoyoso, Ngaliyan ini pun membuktikan eksistensinya di dunia kesenian khususnya teater. Bahkan tak heran namanya sempat tercatat sebagai Sutradara terbaik dalam Festival Teater Remaja se Jateng pada tahun 2008 lalu.
Meski telah banyak melakoni berbagai aktivistas kesenian, namun tak mudah rupanya Barometer untuk mendapatkan informasi seputar berbagai cerita pengalamnnya menekuni dunia kesenian yang lekat dengan pria yang juga pernah 'ngangsu kaweruh' di SMA Futuhiyah Mranggen Demak ini. Bermodal segelas kopi hitam dan sebungkus rokok 'sukun putih' kegemarannya, Barometer baru bisa mendapatkan cerita panjang tentang sejarah hidup teaterawan yang masih berstatus lajang ini.
Tak terasa beberapa karya telah ia torehkan di belantika teater Semarang. Bersama teater Beta Semarang, namanya kerap menjadi icon, pelaku dan kritikius panggung yang sarat perkembangan berfikir seputar dunia teater yang sekarang masih menjadi trend anak muda di Semarang. Naskah yang pernah digarap pria yang juga punya hoby karaoke dan bulu tangkis ini antara lain, Pasar Kobar (2005), Godlob (2006), Gus Dja'far (2007), Pakaian dan Kepalsuan 1 (2008), Pakaian dan Kepalsuan 2 (2009) dan Cangkir sang Pemahat (2013).
Karya terbarunya berjudul 'Cangkir Sang Pemahat' adalah proses penggarapan yang diakuinya tak mudah untuk ditaklukkan. Pasalnya, selain sebagai penulis naskah ia pun sekaligus menjadi penggarap naskah berdurasi panjang tersebut. Karena baginya seni harus dibekali dari tiga elemen penting, seperti intelektual, emosional dan mentalitas. Tiga hal tersebut harus benari-benar diaksentuasikan di beberapa ranah panggung bagi seluruh aktor.
Rencananya proses 'Cangkir Sang Pemahat' akan dibawanya dalam tour pentas teater beberapa kota di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Purworejo, Jogjakarta, Kabupaten Blora, dan Semarang. Uniknya, panggung yang akan dihadirkan, akan membawa kultur kesenian panggung yang disesuaikan dengan kultur budaya setempat. Tak ketinggalan, kritik sosial yang dimunculkan akan dibangun sesuai dengan berbagai permasalahan kekinian yang lebih menggelitik seputar pertunjukan di masyarakat. [roy]
*Dimuat Di Rubrik "wong Kene" Harian Barometer Semarang, Edisi sabtu (13/7).
Minggu, 24 Juni 2012
Pentas Tour 3 Kota Teater Beta Semarang
PENTAS TOUR 3 KOTA TEATER BETA SEMARANG
Salam hangat buat kita semua, semoga selalu dalam lindungan-Nya.
Sehubungan akan dilaksanakannya gawe besar teater beta Semarang yang bertajuk ” PENTAS PRODUKSI TOUR 3 KOTA TEATER BETA SEMARANG KE-68”, dengan Lakon : “NDORO LUWAK” Karya: Nurhidayat Poso. Sutradara: Sugiyarto, Maka kami mengundang semua saudara/kawan-kawan kita di manapun berada, untuk ikut berbahagia pada:
Hari/tanggal : Jum’at 6 Juli 2012
Waktu : Jam 19.00 WIB
Tempat : Gedung Dewan Kesenian Kota Tegal
Hari/tanggal : Senin, 9 Juli 2012
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Auditorium Kampus 1 STAIN PEKALONGAN
Hari/tanggal : KAMIS, 12 Juli 2012
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Auditorium UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Htm : 5000,-
Atas kehadiaran dan do’a sedulur/sedulur, para penonton serta kawan-kawan pegit kesenian kami di manapun berada, kami haturkan terima kasih.
Salam “Mengolah Rasa Menebar Kreasi”
Kamis, 16 Februari 2012
Bunga Penyamun
untuk para penyamun
pasir menyeberang
dari pulau ke pulau
rasuk di tepian laut kemilau
sesampainya di hutan,
pohonpohon roboh ditebang
kemudian lalu lalang binatang
mengoyak rumahrumah hujan
dan bandang telah kalap
berkeliaran tak mengerti jalan.
kini penyamun pindah ke seberang
bertemu negeri peradaban
kala dulu sejarah dituliskan
terlihat salah dan benar
mengepul bagai sayapsayap malaikat
penyamun dibutakan nisan
setelah kematian bukanlah kesadaran
di negeri pembantaian.
bungabunga berguguran
ditiup angin yang gagap tujuan
membakar rumahrumah
melebur nisannisan
dan bungabunga bersemi kemudian
bersama penyamun
di negeri baru
memburu kedamaian.
Semarang, 16/02/12
pasir menyeberang
dari pulau ke pulau
rasuk di tepian laut kemilau
sesampainya di hutan,
pohonpohon roboh ditebang
kemudian lalu lalang binatang
mengoyak rumahrumah hujan
dan bandang telah kalap
berkeliaran tak mengerti jalan.
kini penyamun pindah ke seberang
bertemu negeri peradaban
kala dulu sejarah dituliskan
terlihat salah dan benar
mengepul bagai sayapsayap malaikat
penyamun dibutakan nisan
setelah kematian bukanlah kesadaran
di negeri pembantaian.
bungabunga berguguran
ditiup angin yang gagap tujuan
membakar rumahrumah
melebur nisannisan
dan bungabunga bersemi kemudian
bersama penyamun
di negeri baru
memburu kedamaian.
Semarang, 16/02/12
Kamis, 09 Februari 2012
MANUAL ACARA WORKSHOP KETEATERAN KELOMPOK PEKERJA TEATER [KPT]beta 2012
HARI/TANGGAL JAM ACARA/KEGIATAN PEMATERI
JUM’AT/10 FEBRUARI 2012 07.30-08.30 Pembukaan Panitia
08.30-10.30 Pemberangkatan panitia
10.30-13.30 Persiapan panitia
13.30-15.00 Menejemen organisasi Kang imin
15.30-16.00 Sholat panitia
16.00-17.30 Keteateran Kang paing
17.30-19.00 Isoma panitia
19.00-20.30 Penyutradaraan Kang kholis
20.30-23.00 Kebetaan All sesepuh
23.00-04.00 Istirahat panitia
Sabtu/11 februari 2012 04.00-05.00 Iso panitia
05.00-06.00 Olah gerak & vocal Kang yayi’
06.00-07.00 Ima panitia
07.00-08.30 Pembuatan naskah Kang mughis
08.30-10.00 Make up Kang ali fikri
10.00-11.30 Keaktoran Kang hamam
11.30-12.30 Isoma
12.30-14.00 Music ilustrasi Kang fais (banteng)
14.00-15.30 Setting lighting Kang abbas effendi
15.30-17.30 Latihan bareng sutradara
17.30-19.30 Persiapan pentas panitia
19.30-21.30 Pentas Mc
21.30-22.00 Diskusi & penganugerahan
22.00-04.00 Istirahat panitia
Minggu/12 februari 2012 04.00-05.00 Iso Panitia
05.00-08.00 Jalan-jalan Panitia
08.00-10.00 Beres-beres Panitia
10.00-selesai Pulang panitia
JUM’AT/10 FEBRUARI 2012 07.30-08.30 Pembukaan Panitia
08.30-10.30 Pemberangkatan panitia
10.30-13.30 Persiapan panitia
13.30-15.00 Menejemen organisasi Kang imin
15.30-16.00 Sholat panitia
16.00-17.30 Keteateran Kang paing
17.30-19.00 Isoma panitia
19.00-20.30 Penyutradaraan Kang kholis
20.30-23.00 Kebetaan All sesepuh
23.00-04.00 Istirahat panitia
Sabtu/11 februari 2012 04.00-05.00 Iso panitia
05.00-06.00 Olah gerak & vocal Kang yayi’
06.00-07.00 Ima panitia
07.00-08.30 Pembuatan naskah Kang mughis
08.30-10.00 Make up Kang ali fikri
10.00-11.30 Keaktoran Kang hamam
11.30-12.30 Isoma
12.30-14.00 Music ilustrasi Kang fais (banteng)
14.00-15.30 Setting lighting Kang abbas effendi
15.30-17.30 Latihan bareng sutradara
17.30-19.30 Persiapan pentas panitia
19.30-21.30 Pentas Mc
21.30-22.00 Diskusi & penganugerahan
22.00-04.00 Istirahat panitia
Minggu/12 februari 2012 04.00-05.00 Iso Panitia
05.00-08.00 Jalan-jalan Panitia
08.00-10.00 Beres-beres Panitia
10.00-selesai Pulang panitia
Minggu, 29 Januari 2012
Dialog Tuhan
tuhan, jika kau ijinkan
aku akan tetap mencintai negeri ini
meski kau ambil separuh tanahku
dan kau derma samudera pada tetangga
karena ijinMu aku berpangku
tuhan,
jika kau ijinkan
kan ku rajut kembali tali silaturahmi
walau telah benar perpecahan mendiami
si kaya dan si miskin tak saling kenali
dendam dan amarah menyantuni
namun karena ridhoMu
pastilah ku semai kembali
tuhan,
negeriku bernama Indonesia
kau cipta kaya budi dan karya
juga sabar menebar sebar
syukur meluhur tutur
demi asmaMu masuklah engkau kedalam nadiku
ridhoilah jalan menuntunku
dalam bayang yang tetap berpacu
negeriku berada damai di jalan Mu
peluh yang tiap kali menetes ini
ada dikala ikhtiarikhtiar kami
merapat dalam shafshaf kiblat
saling jinjing agar negeri patut dijunjung
hanya itu yang sanggup kami sanjung
untuk Mu tuhanku.
Semarang, 29 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...
-
oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,...
-
CINDY TACHIBANA, Dibalik kesuksesan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menduduki kursi Jateng satu beberapa waktu lalu, rupanya tak lepas dari...
-
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, terutama dalam konteks pengajaran dan pembelajaran...



