Jumat, 02 Desember 2011

Bulan Kembar



kenangaku,
lihatlah di sana
bulan kembar merupa
sinari parasmu yang tersenyum simpul
tatkala rambutmu dibelai angin
mesra membawamu rumahi malam.

wahai kenangaku,
tak ada yang lebih abadi
selain bulan kembar malam ini
ia jelmakan senggama di pucuk cemara
saat burungburung menari ceria
dan hujan gerimis terlukis
basah ku cium debudebu
yang sedari kemarin malas menunggu

ini malam bulan melarik kata
kirimkan ribuan sajak untukmu
kenangaku.
hijau ku tanam di kalbu
bersemi bungabunga 
larut tak dibajak waktu.


Semarang, 19 Februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar

Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...