Selasa, 12 November 2013
Performa 'Nyentrik' Ala Teater Beta
NGALIYAN- Pepatah mengatakan mahasiswa adalah 'agent sosial of change' yang sering dikenal dengan agent perubahan sosial dan selalu berjibaku dengan buku-buku dan tugas akademik dalam kesehariannya. Tapi hal itu tak cukup bagi segelintir mahasiswa satu ini.
Ada-ada saja memang yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok pekerja Teater Beta Semarang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo ini. Di saat aktvitas pembelajaran sedang padat merayap, namun mereka rela untuk berpanas-panas ria di bawah terik matahari yang menyengat dengan melakukan aktivitas olah tubuh dengan gerak teaterikal. Aktivitas Tetaer Beta itulah yang orang kenal dengan mahasiswa yang punya segudang performa 'nyentrik' di kampusnya.
"Pahlawan tak pernah mati!!" Kalimat yang siang itu terdengar lantang di telinga ratusan mahasiswa dan dosen yang menyaksikan pertunjukan di area kampus 2 IAIN. Sebuah aksi teaterikal bertajuk "performance art" yang diramu manis Teater Beta Semarang ini mampu membuat orang untuk sejenak meletakkan segala kepenatan di waktu siang. Mereka sejenak terhipnotis untuk menilik masa lalu di mana perjuangan pahlawan negeri ini merebut sebuah kata 'Merdeka' dari penjajahan kolonial Belanda.
"Moment mengingat pahlawan tak harus dilakukan pada 10 November saja. Karena intinya adalah olah jiwa dan bagaimana memaknai itu dengan rasa, jadi bisa kapan saja. Apalagi di zaman yang sudah serba ada ini, " ungkap Sugiarto yang menjadi Sutradara di sela-sela acara yang sengaja dihelat pada Selasa (12/11) itu.
Sugiarto bercerita, performance art yang dimainkan oleh sekitar 20 aktor itu sengaja dipersiapkan untuk membekali jiwa solidaritas dan kebersamaan untuk tanggap terhadap lingkungan mereka. Apalagi hal itu dilakukan oleh mahasiswa yang punya beground akademik. Tentunya akan sedikit memberikan pendidikan moral bagi penonton.
Selain itu, garapan musik tradisi yang menjadi pemanis aksi ini, jelas Sugi, dimaksudkan untuk lebih mengenali akan kekayaan budaya bangsa yang sarat kearifan lokal, terutama Jawa Tengah. Sebagai contoh seni tradisi 'Jaran Eblek' yang akrab sebagai seni tradisinya masyarakat Jawa Tengah itu diramu apik dengan konsep mistik memakai perpaduan alat musik modern bernuansa klasik, sehingga mampu membuat bulu kuduk berdiri dalam sekejap.
"Aktor akan meluapkan apapun yang ia rasakan tentang moment kepahlawanan dengan konsep ini. Intinya, ekspresi itu muncul alami dengan berbagai kemampuan, seperti bermain musik, peran dan bahkan menggerakkan tubuhnya untuk berjoget di tengah kerumunan massa, " jelas mahasiswa semester 10 itu.
Sugi mengakui, tak mudah memang menggarap sebuah permainan drama kolosal berdurasi panjang. Karena hal itu membutuhkan kecerdasan, kepiawaian serta konsentrasi lebih bagi pemain. Apalagi hal itu dilakukan di tempat terbuka yang dikerumuni oleh banyak orang dengan aktivitas beragam.
"Sebagai orang seni, maka bekal memaknai moment apapun yakni jujur dengan diri sendiri, meluapkan apapun ekspresi dengan keindahan, karena itulah hakikat kesenian, " ujarnya.
Namun hasil dari garapan pria bertubuh cungkring kelahiran Jepara itu patut diacungi jempol. Terbukti, selama kurang lebih satu jam Performance Art yang disuguhkan mahasiswa baru 2013 itu mampu mendapat respon positif dari penonton. Maka tak khayal jika ada segelintir penonton yang turut larut dalam suasana kesedihan setelah menikmati adegan demi adegan.
Hamam (21), Mahasiswa Prodi Fisika FITK berpendapat apa yang disuguhkan Teater Beta siang itu mampu menghipnotis dirinya akan pentingnya sejarah. Menurutnya dengan menapaki sejarah, orang di masa depan bisa tahu akan sulitnya meniti sebuah perubahan untuk masa selanjutnya. "Dan Teater Beta cukup berhasil meramu itu dalam pertunjukan yang memukau, salut buat Beta, " ujar mahasiswa semester 5 itu. [roy]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...
-
oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,...
-
CINDY TACHIBANA, Dibalik kesuksesan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menduduki kursi Jateng satu beberapa waktu lalu, rupanya tak lepas dari...
-
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, terutama dalam konteks pengajaran dan pembelajaran...
Jan..tenan, wayahe kuliah yo dikon panas2san,..
BalasHapus