Sabtu, 09 Agustus 2014
Pembatasan Solar Tak Berlaku Untuk Nelayan Kecil
Pembatasan solar bersubsidi oleh pemerintah pusat tak berlaku bagi nelayan kecil di daerah. Pasalnya, pengurangan kuota solar hanya untuk nelayan yang memiliki kapal di atas 30 grosston (GT).
"Solar nelayan dikurangi 20 persen untuk nelayan adalah bagi pemilik kapal di atas 30 GT. Di bawah itu tetap sama, " ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono di Semarang, Kamis 7 Agustus 2014.
Kendati demikian, pemberlakuan pembatasan operasional pembelian solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Jawa Tengah tetap berlaku. Hanya saja jatah solarnya yang tak dikurangi.
Pembatasan yakni solar bersubsidi yang dibeli pada pukul 18.00-08.00 harga menjadi Rp 12.900/liter atau terkena pembatasan jam penjualan soal bersubsidi yang seharga Rp 5500/liter.
"Itu tidak masuk permen ESDM. Karena yang di atas 30 GT memang dialihkan membeli non subsidi, " kata dia.
Teguh mengatakan, untuk pengaturan non subsidi bagi nelayan di atas 30 GT bisa diberlakukan dengan melihat dari besar kapal yang dupakai oleh para nelayan.
Ada puluhan jumlah SPBN di Jateng, khusus di wilayah pantura, ada beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus karena jumlah nelayan yang memakai kapal besar lebih banyak. Salah satunya Tegal.
"Di Tegal kita tambah hingga 30 kiloliter. Di sana banyak kapal yang besar dan kita prioritaskan penyalurannya untuk diperketat, " tegasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayang untuk tidak khawatir akan operasional pembelian soalr bersubsidi tersebut. Pasalnya, permasalahan yang terjadi hanya pada sosialisasi, sehingga memuncullkan polemik.
"Yang terpenting tidak ada penimbunan. Tapi kalau penumpukan kan biasa, " imbuh dia.
Hingga Juli 2014, jumlah Kuota solar di Jateng kotaknya masih 1,1 Juta kiloloter. Jumlah itu masih mampu memenuhi kebutuhan solar di Jawa Tengah sampai Desember mendatang.
"Kita punya ancang-ancang kebutihan 5,6 juta kiloliter di tahun 2014. Mudah-mudahan terpenuhi dan jangan samapai over, syukur bisa menghemat, " pungkasnya.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
Banjir Pelanggan, PLN Bangun Pengganti PLTU Batang
Banyak industri besar di wilayah Jawa Tengah telah mendaftarkan pemasangan listrik di Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, PLN belum melakukan penyambungan listrik karena keterbatasan energi di wilayah tersebut.
General Manager PT PLN Distribusi Jateng-DIY Djoko R Abumanan, Kamis 7 Agustus 2014 menyampaikan, hingga detik ini perusahaan di Jateng-DIY yang telah mendaftarkan penyambungan listrik di wilayahnya sebanyak 212 perusahaan.
Dari jumlah itu, 20 perusahaan merupakan perusahaan yang membutuhkan tegangan tinggi.
"Kebanyakan industri yakni baru 212 udah mulai daftar ke kita. DIY sedikit dan Jateng yang paling banyak, " kata dia.
Banyaknya permintaan, PLN masih belum melakukan penyambungan karena alasan terbatasnya energi. Bahkan, PLN pun tidak membatasi adanya permintaan masyarakat yang mendaftar. "Masalah pasang dan tidak tergantung PLTU batang yang akan mensuplai. Kita lihat Batang, gak bisa kita suplai sekarang, " ujarnya.
Mengantisipasi hal itu, pihaknya mengaku
telah membicarakan hal tersebut kepada PLN pusat bersama dengan Menteri Perekonomian, Chairul Tandjung. "Karena alasan itu, pak CT minta PLTU Batang diambil apa di tolak, kalau ditolak kita sambung yang lain, " ujarnya.
Bangun PLTU Baru
Menteri Perekonomian, Chairul Tandjung memutuskan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru pengganti PLTU Batang yang terus molor. Inisiasi tersebut diputuskan mengingat berbagai polemik yang terus muncul akibat penolakan warga.
"PLTU Batang menggunakan UU nomor 2 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Namun karena waktunya lama yakni satu tahun, maka PLN menyampaikan alternatif PLTU di tempat baru untuk kapasitas yang sama, " ungkap dia.
Namun, PLTU Batang yang rencananya mengahsilkan listrik berkapasitas 2X1000 megawatt tersebut masih bisa dilanjutkan, dengan syarat harus menyusun undang-undang baru tentang pembebasan lahan.
"Tapi karena terlalu lama maka PLTU akan dipindahkan dari Batang ke PLTU yang baru. Jika UU bisa diselesaikan, maka Batang tetap bisa dibangun, " beber dia.
Dikatakan, PLTU baru telah disiapkan oleh PLN dengan investor baru yang nantinya akan membiayai. Namun di mana letak pembangunan hingga kini masih dirahasiakan. "Masalah tempatnya nanti, kalau dikasih tahu sekarang, akan ada makelar-makelar berdatangan, " timpalnya.
Ia memastikan, pada tahun ini juga pembangunan PLTU pengganti sudah bisa dilakukan groundbreaking. "Jadi akan ada dua, di Batang dan tempat baru. Kala dua-dua nya bisa maka 2X1000 di kali dua megawatt akan akan kita punyai, " kata dia.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menambahkan, keputusan pembangunan PLTU pengganti di Batang oleh pusat dinilai akan menguntungkan Jawa Tengah. Pasalnya, jika nantinya kedua dibangun, wilayahnya akan mendapatkan dobel energi secara bersamaan.
Meski begitu, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai investor utama PLTU Batang masih diberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga batas finansial closing hingga Oktober 2014 mendatang habis.
"Kita kasih pekerjaan rumah mereka untuk menyelesaikan, kalau dia bisa teruskan. Kalau nggak sanggup ya sudah, " tandasnya.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
Solar Dibatasi, Koperasi Nelayan Rugi
VIVAnews- Dampak pengurangan 20 persen kuota solar bersubsidi bagi nelayan besar di atas 30 grass ton (GT) dirasa merugikan bagi pengusaha koperasi nelayan di daerah.
Di Pekalongan Jawa Tengah, pelaku usaha penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU KUD Mina Jaya mengalami kekurangan kuota.
Direktur SPBU KUD Mina Jaya, Musaat Munaris, Kamis 7 Agustus 2014 mengatakan, koperasi miliknya biasanya menyediakan solar bersubsidi bagi nelayan besar dan kecil di Pekalongan.
Namun akibat pemangkasan 20 persen oleh pemerintah, kuota yang dibutuhkan pada bulan Agustus sebanyak 600 KL. Padahal kuota yang dibutuhkan bagi kapal besar maupun kapal kecil sebanyak 1.100 kilo liter (KL).
"Pendataan hitung-hitungan kapal besar di atas 30 GT per bulan Agustus yang masuk saja total sebanyak 829 KL. Namun, Pertamina memberikan kuota hanya sebanyak 600 KL," ujarnya.
Dikatakan, kuota sebanyak 600 KL semestinya dikhususkan melayani jasa kapal nelayan di bawah 30 GT, karena kebutuhan tersebut dapat memenuhi para nelayan kecil. Belum lagi, pasca hari Raya Idul Fitri para nelayan kecil banyak yang belum beraktifitas.
Untungnya, kapal di atas 30 GT yang hampir dari pendatang nelayan asal Jawa Timur masih belum beraktifitas, sehingga kapal-kapal kecil masih bisa dilayani. Disamping itu, saat ini nelayan masih takut melaut akibat badai angin timuran yang belum diprediksi kapan cuaca berakhir normal.
"Hingga saat ini kapal kecil masih beristirahat. Kita saat ini masih melayani kapal-kapal besar saja. Bahkan selama musim lebaran Idul Fitri 1435 H, kapal nelayan di atas 30 grasston (GT) yang di Pekalongan merupakan pendatang dari Jatim," beber dia.
Meski begitu, pihaknya khawatir jika kuota bulan September akan mengalami kenaikan, seiring aktifitas nelayan yang sudah mulai tinggi.
"Pastinya kebutuhan kapal kecil mengalami kelangkaan, bila kebijakan pemangkasan 20 % tidak ada ada penambahan alokasi BBM subsidi nelayan, " ujar dia.
Saat ini, lanjut dia, pembatasan jadwal pembelian solar per 1 Agustus pada pukul 18.00 WIB, di jasa pelayanan tempatnya masih berjalanan normal, karena tidak ada sama sekali pembelian solar pada malam hari.
"Sementara nelayan membeli pagi hari, masih jarang ada yang dilayani di atas pukul 18.00 WIB. Pengusaha pun tidak mau menambah biaya lembur kepada ABK," pungkas dia.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
Ratusan Warga Jateng Antusias Ikuti Simulasi Tes CPNS
Ratusan warga Semarang terlihat antusias mengikuti pelaksanaan Simulasi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014 di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Kamis 7 Agustus 2014.
Sekitar 500 peserta diajarkan berbagai persiapan menyambut tes CPNS 2014 yang akan dimulai pendaftarannya secara on line yang akan dimulai pada tanggal 8 September mendatang.
Simulasi dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang bertujuan agar para peserta terbiasa menggunakan sistem yang wajib digunakan seluruh penyelenggara CPNS 2014.
Pantauan VIVAnews, para peserta yang berasal dari berbagai kota di Jateng itu sejak pagi telah berada di kantor BKD Jateng. Tepat pukul 08.00 WIB panitia memulai simulasi yang dibagi dalam 25 kelas dengan isi masing-masing 20 orang.
"Peserta simulasi kebanyakan fresh graduated dan menjalani tes seperti tes CPNS sungguhan, " kata Kepala BKD Jateng SUko Mardiyono.
CAT merupakan metode ujian dengan alat bantu komputer untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar calon pegawai. disusun dan diolah panitia seleksi nasional (Panselnas) dan apilkasinya oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Melalui sistem CAT, kata dia, peserta dapat langsung mengetahui hasil ujian dalam waktu 12 menit. Selain itu, simulasi dilakukan agar sosialisasi dapat diketahui oleh masyarakat.
"Ini penting peserta agar tidak kesulitan dalam tes sebenarnya. Sebab banyak terjadi peserta tes gagal hanya karena salah memasukkan nomor peserta atau hal-hal teknis lain, " beber dia.
Dikatakan, paling penting dari sistem itu adalah akan menghindarkan adanya titip-titip dan kecurangan dalam pelaksanaan tes CPNS. Karena hasi ujian tidak mungkin berubah dan dapat dilihat langsung oleh peserta.
Kata Suko, formasi CPNS di Jateng tahun 2014 mendapatkan kuota f 166 dan 31 daerah lain 1412 formasi. Sebanyak 22 kabupaten kota akan menggelar tes CPNS di bawah koordinasi BKD Jateng, sedangkan sisanya di bawah kendali BKN.
"Adapun Kudus, Rembang, Wonosobo, dan Karanganyar tidak mendapat alokasi formasi, " jelas dia.
Terlebih adanya sistem berbeda diharapkan memudahkan masyarakat untuk melalui tahap pendaftaran. Yakni pendaftar boleh menyertakan lebih dari satu formasi pada satu instansi. Kemudian mereka tidak perlu menyiapkan surat keterangan kelakuan baik (SKCK) dan kartu kuning di awal pendaftaran.
"Pendaftaran secara online dapat diakses di http://panselnas.menpan.go.id pada 20 Agustus-3 September 2014, " beber dia.
Kabid Pengembangan Kepegawaian BKD Jateng Andi Suryanto menambahkan, peserta yang tidak sempat mengikuti simulasi bisa melakukan latihan sendiri melalui aplikasi di website. bkd.jatengprov.go.id.
"Di sana sudah ada panduan lengkap untuk melakukan tes dengan sistem CAT ini, " ujarnya.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
Ratusan Massa Bertopeng Datangi Kantor KPU Jateng
Ratusan massa mengenakan topeng mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Jumat sore 8 Agustus 2014. Mereka sempat bersitegang dengan aparat kepolisan karena hendak memaksa masuk di kantor KPU.
Massa kembali menutut agar Mahkamah Konstitusi (MK) bisa bertindak adil dalam menyelesaikan sengketa Pilpres 2014.
Massa yang datang dari berbagai elemen, sejak awal berkumpul di Kantor Dewan Perwakilan daerah (DPD) Golkar dan berjalan menuju Kantor KPU. Sekira pukul 15.00 WIB massa yang membawa sejumlah atribut sempat aksi saling dorong dengan kepolisian yang menghalangi demonstran masuk di dalam gedung.
Namun aksi saling dorong tak berlangsung lama, karena ratusan pihak kepolisian berhasil mengawal jumlah massa yang memaksa masuk. Bahkan, setelah dilakukan negosiasi, para demonstran kemudian bisa berorasi masuk di gedung KPU.
Koordinator aksi, Asharudin mengatakan saat ini massa belum bisa menerima hasil Pilpres 2014. Oleh karenanya aksi tersebut untuk mengawal persidangan MK agar hasilnya nanti adil dan bersih. Tanpa adanya campur tangan dari asing.
"'Kita terus mengawal MK agar independent tanpa intervensi dari pihak manapun, " tandas dia di sela aksi.
Kata dia, kecurangan Pilpres 2014, sudah nyata-nyata terlihat di beberapa daerah. Materi tersebut saat ini telah disampaikan dalam bukti gugatan di MK. "Kita sepakat pada setiap persidangan MK kita akan mendatangi kantor KPU untuk mengawal proses MK, " tandasnya.
Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo yang langsung menemui pengunjuk rasa mengatakan, bahwa tahapan Pilpres belum selesai, karena MK masih terus menyidangkan gugatan dari pihak Prabowo-Hatta.
Pihaknya mengaku mengapresiasi para elemen masyarakat yang turut mengawal proses demokrasi dalam regulasi Pilpres 2014.
"Kita tunggu agar MK bisa memutuskan yang terbaik dalam menyelesaikan sengketa Pilpres 2014 untuk bangsa di Indonesia, " kata dia.
Sekitar pukul 16.30 massa kemudian menyatakan sikap untuk melakukan aksi serupa di persidangan MK hingga tanggal 21 Agustus mendatang. Kemdian membubarkan diri dengan kawalan pihak polisi.
Akibat aksi tersebut, Jalan Veteran Semarang bahkan ditutup total dan pengguna jalan harus dialihkan dan memutar lewat jalan Menteri Supeno atau Jalan Pandanaran, Semarang.
Laporan, Ryan Dwi (Semarang)
Selasa, 19 November 2013
*GUBERNUR DIMINTA CABUT PERATURAN UMK* DEMO BURUH RICUH
SEMARANG—Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja SPN dari berbagai perusahaan di Jawa Tengah mengecam Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo karena merasa dibohongi perihal UMK Jateng yang ditetapkan pada 18 November kemarin.
Ribuan buruh menuntut Gubernur Jawa Tengah mencabut kembali penetapan peraturan Nomor 560/60 Tahun 2013 tanggal 18 November 2013 tentang upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jateng.
Tuntutan buruh dibarengi dengan melakukan aksi turun ke jalan dengan memblokir jalan Pahlawan Semarang, Selasa (19/11), sambil berorasi secara bergantian melontarkan kecaman terhadap kekecewaan mereka akan kepemimpinan Ganjar yang dinilai gagal mensejahterakan buruh.
Lebih parah lagi, berbagai kecaman buruh pun semakin lama semakin menjadi dengan lontaran kata kasar terhadap Ganjar serta menyebut hati nurani Ganjar telah mati.
Berbagai buruh datang berduyung-duyung dari 35 daerah, dengan menggunakan truk. Mereka datang untuk menolak ketetapan UMK yang masih dibawah kehidupan hidup layak (KHL) dan tidak sesuai standar survei buruh yang muncul dengan rata-rata kenaikan sebesar 16,66 persen.
Buruh merasa kecewa karena terjebak dalam penetapan UMK melalui keputusan Gubernur Jateng nomor 56/60 tahun 2013 sudah diumumkan dua hari lebih cepat dari tanggal 20 November 2013. "Usulan angka kenaikan 16,6 persen adalah sistem kebijakan upah murah buruh masih berjalan. Angka itu jauh dari survei buruh berdasarkan upah Kehidupan Hidup Layak (KHL) dan ditambah inflasi," kata Nanang, salah satu perwakilan Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng.
Menurutnya, pembahasan UMK sehari sebelum ditetapkan UMK merupakan perangkap buruh. Buruh mengusulkan kembali kesetaraan angka UMK dengan daerah provinsi lain. "Kami mengusulkan kesetaraan yang mewakili daerah lain. Bahwa ditetapkan UMK oleh Gubenur Jateng bukan final," ungkap dia.
Dia membandingkan UMK Provinsi Jateng dengan daerah provinsi lain yang lebih rendah, seperti UMK Surabaya senilai Rp2,2 juta, Gresik 2,376 juta, Rp2,46 juta, Mojokerto Rp2,13 juta, dan Sidoarjo Rp2,38 juta. "Saya ingin Gubenur Jateng melihat kenyataan upah buruh. Bila UMK itu tidak sesuai pada angka survei yang diajukan buruh kemarin pada pertemuan," tandasnya.
Menurutnya, formulasi buruh dan pengusaha tidak akan pernah sinkron. Maka riil buruh meminta upah berdasarkan KHL dan ditambah inflasi supaya Gubernur Jateng sebagai pintu terakhir menjembatani. Sementara, pengusaha kenaikan upah buruh berdasarkan pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing."Semestinya Gubernur Jateng sebagai pintu terakhir untuk menetapkan UMK. Padahal pada saat janji kampanye akan memperjuangkan buruh. Buktinya apa, keputusan UMK jauh dari kesetaraan buruh. Padahal ganjar dipilih oleh buruh," terang dia.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat ditemui Barometer usai demo buruh mengatakan, bahwa dirinya mempersilahkan buruh melakukan aksi unjuk rasa terkait penetapan UMK Jateng. Namun, dirinya menuntut kepada buruh untuk konsisten terhadap kesepakatan triparti antara Apindo, Pemerintah dan buruh dan dewan pengupahan yang berlangsung di Wisma Perdamaian beberapa waktu lalu dengan menyerahkan keputusan itu kepada Gubernur. “Karena angka-angka tidak bisa diputuskan satu kemudian mereka pasrah, pengertian pasrah itu kan saya putuskan to. Dengan satu catatan setelah ini kita mau bicara lagi, tapi tetepnya mau demo ya gimana lagi, tak bisa dilarang, “ jelas Ganjar.
Politisi PDIP itu mengatakan bahwa penentuan UMK itu telah mencapai titik final dan tidak bisa dirubah lagi, mengingat hal itu telah menjadi kesepakatan beberapa elemen yang ikut rembugan. Ia bahkan menyesalkan tentang kesepakatan di Wisper dimana hasilnya tidak disampaiakan kepada anggota buruh lainnya.
Menanggapi lontaran buruh bahwa dirinya membohongi buruh, Ganjar justru mempertanyakan dimana letak kebohongan Ganjar tentang regulasi penetapan UMK yang berlangsung beberapa waktu lalu. “Saya tanya di mana letak kebohongan saya? Saya tidak pernah menjanjikan itu untuk diangkat. Yang sudah sepakat ya tidak diangkat, yang belum kita angkat. Lantas dimana letak kebohongan saya? terus yang bohong siapa?,” pungkasnya.
Diketahui, aksi buruh yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu sempat berlangsung ricuh. Selain memblokir Jalan Pahlawan, ribuan buruh juga sempat memaksa masuk dengan merobohkan pintu gedung gubernuran. Namun suasana tegang hanya berlangsung sementara karena ketatnya penjagaan dari aparat kepolisian. [Dwi Royanto]
Selasa, 12 November 2013
Performa 'Nyentrik' Ala Teater Beta
NGALIYAN- Pepatah mengatakan mahasiswa adalah 'agent sosial of change' yang sering dikenal dengan agent perubahan sosial dan selalu berjibaku dengan buku-buku dan tugas akademik dalam kesehariannya. Tapi hal itu tak cukup bagi segelintir mahasiswa satu ini.
Ada-ada saja memang yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok pekerja Teater Beta Semarang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo ini. Di saat aktvitas pembelajaran sedang padat merayap, namun mereka rela untuk berpanas-panas ria di bawah terik matahari yang menyengat dengan melakukan aktivitas olah tubuh dengan gerak teaterikal. Aktivitas Tetaer Beta itulah yang orang kenal dengan mahasiswa yang punya segudang performa 'nyentrik' di kampusnya.
"Pahlawan tak pernah mati!!" Kalimat yang siang itu terdengar lantang di telinga ratusan mahasiswa dan dosen yang menyaksikan pertunjukan di area kampus 2 IAIN. Sebuah aksi teaterikal bertajuk "performance art" yang diramu manis Teater Beta Semarang ini mampu membuat orang untuk sejenak meletakkan segala kepenatan di waktu siang. Mereka sejenak terhipnotis untuk menilik masa lalu di mana perjuangan pahlawan negeri ini merebut sebuah kata 'Merdeka' dari penjajahan kolonial Belanda.
"Moment mengingat pahlawan tak harus dilakukan pada 10 November saja. Karena intinya adalah olah jiwa dan bagaimana memaknai itu dengan rasa, jadi bisa kapan saja. Apalagi di zaman yang sudah serba ada ini, " ungkap Sugiarto yang menjadi Sutradara di sela-sela acara yang sengaja dihelat pada Selasa (12/11) itu.
Sugiarto bercerita, performance art yang dimainkan oleh sekitar 20 aktor itu sengaja dipersiapkan untuk membekali jiwa solidaritas dan kebersamaan untuk tanggap terhadap lingkungan mereka. Apalagi hal itu dilakukan oleh mahasiswa yang punya beground akademik. Tentunya akan sedikit memberikan pendidikan moral bagi penonton.
Selain itu, garapan musik tradisi yang menjadi pemanis aksi ini, jelas Sugi, dimaksudkan untuk lebih mengenali akan kekayaan budaya bangsa yang sarat kearifan lokal, terutama Jawa Tengah. Sebagai contoh seni tradisi 'Jaran Eblek' yang akrab sebagai seni tradisinya masyarakat Jawa Tengah itu diramu apik dengan konsep mistik memakai perpaduan alat musik modern bernuansa klasik, sehingga mampu membuat bulu kuduk berdiri dalam sekejap.
"Aktor akan meluapkan apapun yang ia rasakan tentang moment kepahlawanan dengan konsep ini. Intinya, ekspresi itu muncul alami dengan berbagai kemampuan, seperti bermain musik, peran dan bahkan menggerakkan tubuhnya untuk berjoget di tengah kerumunan massa, " jelas mahasiswa semester 10 itu.
Sugi mengakui, tak mudah memang menggarap sebuah permainan drama kolosal berdurasi panjang. Karena hal itu membutuhkan kecerdasan, kepiawaian serta konsentrasi lebih bagi pemain. Apalagi hal itu dilakukan di tempat terbuka yang dikerumuni oleh banyak orang dengan aktivitas beragam.
"Sebagai orang seni, maka bekal memaknai moment apapun yakni jujur dengan diri sendiri, meluapkan apapun ekspresi dengan keindahan, karena itulah hakikat kesenian, " ujarnya.
Namun hasil dari garapan pria bertubuh cungkring kelahiran Jepara itu patut diacungi jempol. Terbukti, selama kurang lebih satu jam Performance Art yang disuguhkan mahasiswa baru 2013 itu mampu mendapat respon positif dari penonton. Maka tak khayal jika ada segelintir penonton yang turut larut dalam suasana kesedihan setelah menikmati adegan demi adegan.
Hamam (21), Mahasiswa Prodi Fisika FITK berpendapat apa yang disuguhkan Teater Beta siang itu mampu menghipnotis dirinya akan pentingnya sejarah. Menurutnya dengan menapaki sejarah, orang di masa depan bisa tahu akan sulitnya meniti sebuah perubahan untuk masa selanjutnya. "Dan Teater Beta cukup berhasil meramu itu dalam pertunjukan yang memukau, salut buat Beta, " ujar mahasiswa semester 5 itu. [roy]
Langganan:
Postingan (Atom)
Expeditionary Learning, Upaya Mengurai Kejenuhan Digital di Sekolah Dasar
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter dan keterampilan individu. Seiring dengan perkembangan zama...
-
oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,...
-
CINDY TACHIBANA, Dibalik kesuksesan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menduduki kursi Jateng satu beberapa waktu lalu, rupanya tak lepas dari...
-
Oleh: Duwi Royanto, M.Pd. Teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, terutama dalam konteks pengajaran dan pembelajaran...
.jpg)